Tanggal 13 Mei 2011, dengan menggunakan bus Sinar Jaya, saya berangkat menuju kota Wonosobo. Pukul 18.00,bus pun berangkat meninggalkan terminal Kampung Rambutan. Perjalanan kali ini merupakan perjalanan terlama karena macet,
Sampai di Pondok Lestari,
Kali ini kami kurang beruntung, hujan akhirnya turun dari gerimis menjadi deras, tapi hal ini tidak mematahkan semangat kami untuk tetap menyusuri wilayah Dieng. Hujan pun semakin deras.
Untuk mengejar waktu, kami menyaksikan teater Dieng Plateu terlebih dahulu, karena teater akan tutup pukul 15.00. Didalam teater, kami menyaksikan film yang menceritakan kejadian Dieng yang mengeluarkan asap beracun sehingga memakan korban banyak.
Lagi-lagi hujan turun sangat deras, sehingga kami sempat menunggu dulu didalam mobil yang kami sewa. Tujuan kami berikutnya adalah Candi Bima, disini hujan kembali deras, sehingga kami berteduh di Dieng dan
Hujan tak menyurutkan semangat kami untuk tetap mengabadikan diri. Dari Candi Bima, kami ke kawah Sikidang, disini kawah makin lama makin besar, jadi kalau berkunjung kesini, lebih baik mengikuti jalan pavling block,
karena tanah sangat gembur yang tanpa kita ketahui bisa muncul kawah – kawah berikutnya. Disini kami mengabadikan diri dengan berlatar belakang asap
Di warung makan ini, saya mencoba minuman khas Dieng yaitu Purwaceng (rasanya seperti jahe),
dan menghangatkan tubuh. Lagi-lagi hujan turun,
sepertinya hujan ini datangnya setengah-setengah.Setelah perut terisi, kami melanjutkan perjalanan kami mengelilingi kompleks candi Arjuna. Ada satu spot foto yang menurut saya indah sekali yaitu ketika foto di candi, bulan berada tepat diatas kami.
Minggu, 15 Mei 2011, Pukul 04.00, kami sudah bersiap diri menuju Puncak Gunung Sikunir yang harus ditempuh sejauh 7 km. Dengan mobil yang kami sewa, selama hampir 1 jam perjalanan kami sampai di pos pendakian.
Kami membayar retribusi sebesar Rp.10,000. Pendakian pun kami mulai, jalan terjal dan sempit kami lalui dan jangan sampai lengah,
Sindoro – Sumbing, kami pun berfoto berlatarbelakang kedua gunung tersebut.
Setelah puas menikmati karunia alam di puncak Gunung Sikunir, kami pun melangkah turun untuk melanjutkan perjalanan kami.
Turun dari puncak Gunung Sikunir terdapat telaga cebong,
telaga yang sangat tenang yang berada di ketinggian,
kemudian kami menyempatkan diri ke mata air bimolukar
yang menurut mitos bisa membuat awet muda bagi yang mencuci muka disana. Airnya segar dan dingin.
Sampai dibawah tak lupa kami makan Mie Ongklok di kedai Longkrang.
Perjalanan pun kami lanjutkan ke Magelang dengan bus.
Bersambung ke perjalanan Pantai Kukup, Krakal dan Baron
Tidak ada komentar:
Posting Komentar