Perjalananku kali ini adalah mengexplore Lombok yang terkenal dengan kota yang sunyi dan hening diantara keramahan warganya. Berawal dari bandara Soekarno Hatta, tanggal 10 November 2010, pukul 10.30 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia,

kami memulai perjalanan ke Lombok yang memakan waktu 2 jam. Pukul 13.30 WITA kami sampai di bandara Selaparang


dengan selamat. Kami dijemput oleh orang tua slah satu dari kami yang kebetulan berdomisili disana. Kami diantar menuju Hotel Griya Asri.

Kami menaruh barang kami di hotel dan penjelajahan kami di Lombok pun di mulai. Yang menjadi tujuan pertama kami adalah taman Narmada

yang dapat ditempuh hanya dalam waktu 15 menit, dari Taman Narmada, kami lanjutkan ke Pura Suranadi

yang terkenal dengan air sumurnya yang jernih, tak lupa kami mencuci muka.


Yang tidak terlupakan dari perjalanan kami adalah kami selalu mengabadikan diri di setiap kunjungan kami. Belum makan siang, akhirnya kami makan salah satu makanan khas Lombok yaitu sate bulayak.

Hanya dua lokasi saja yang kami kunjungi hari ini, karena waktu sudah sore dan kami mendapatkan undangan ulang tahun dari mama Nail. Karena di Lombok tidak seperti bali yang terkenal dengan kehidupan malamnya, pukul 21.00 WITA, kami kembali ke hotel untuk beristirahat sebagai persiapan untuk perjalanan keesokan harinya.
Tanggal 11 November 2010, pukul 06.00 WITA, kami sudah berangkat menuju dermaga Bangsal yang merupakan dermaga penyebrangan menuju Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, tetapi tujuan kami kali ini adalah Gili Trawangan. Hanya dengan membayar IDR 10,000, kami menyebrang ke Gili Trawangan yang dapat ditempuh dalam waktu 30

menit, dimana kondisi laut pada saat itu sangat bersahabat dan masih pagi hari juga. Wow, air lautnya sangat jernih sekali. Sampai di Gili, kami mencari sarapan dahulu kemudian mengelilingi

pulau dengan cidomo (membayar IDR 100,000). Tidak afdol, kalau ke Gili Trawangan tidak bermain dengan air, akhirnya kami memutuskan untuk snorkeling (IDR 35,000),

baru di bibir pantai saja, sudah banyak ikan yang berwarna-warni. Berdasarkan informasi yang kami terima, supaya jangan menyebrang kembali ke Bangsal sore hari karena ombak yang besar, kami sudah menunggu di dermaga untuk kembali pukul 15.00 WITA. Kali ini laut tidak bersahabat dengan kami. Dari bangsal, kami menuju bukit

Malimbu, sebuah bukit yang indah dan bersih. Dari Malimbu, kami mau melihat Sunrise di Pura Karang Bolong dan pantai Senggigi.

Kembali mala mini, kami makan gratis yang diberikan mama Nail, wah benar-benar irit he…he…he…
Tanggal 12 November 2010, pukul 07.00 WITA, kami berangkat ke Gili Nanggu,

yang katanya lebih indah dari Gili Trawangan waaupun ditempuh jarak yang jauh. Informasi itu ternyata benar, Gili Nanggu lebih bagus dan sepi, pengunjung local hanya rombongan kami saja, sedangkan yang lain adalah bule.


Tentunya kami disini snorkeling. Kami sewa perahu untuk mengelilingi 3 pulau (IDR 250,000). Benar-benar tidak menyesal kami ke Gili ini. Dari gili Nanggu, kami menuju pantai Kuta,

untuk ke hotel kami di Novotel Lombok, kemudian kami ke Tanjung AAN.

Seperti tidak mau rugi, kami benar-benar memanfaatkan fasilitas di hotel ini.


Tangal 13 November 2010, kami check out dari hotel Novotel sekalian mampir ke Desa Sade yang terkenal dengan membersihkan rumah dengan kotoran Sapi.


Dengan membayar guide, kami diajak keliling desa budaya Sade. Baru hari ini, kami bisa menikmati makanan khas Lombok yang lain yaitu plecing kangkung dan ayam taliwang. Hari terakhir ini merupakan kesempatan kamiuntuk berbelanja oleh-oleh.

Malam harinya, karena bertepatan dengan ulang tahun Mbak Mega, kami makan di

restoran lesehan. Wah benar-benar akhir liburan yang menyenangkan.
Tanggal 14 November 2010, dengan penerbangan paling pagi, kami kembali ke Jakarta dengan pesawat Garuda Indonesia. Sejujurnya saya belum ikhlas untuk kembali ke jakarta, karena belum semua daerah kami jelajahi,


tapi karena keesokan harinya kami bekerja, jadi mau tidak mau kami harus kembali menghadapi rutinitas kami di jakarta. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman petualanganku kali ini yaitu Mbak Marcil, Mbak Marde, Mbak Mega, Mbak Christy dan Nail yang secara tidak langsung menjadi guide petualanganku kali ini. Berharap bisa pergi bareng lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar