Minggu, 14 Agustus 2011

Matahari Terbenam di Pantai Krakal & Kukup

Setelah melakukan perjalanan dari Dieng, tanggal 15 Mei 2011,dengan bus kami melanjutkan perjalanan ke Wonosari melalui magelang, karena pertimbangan waktu dan biaya, kami menyewa mobil dari magelang menuju Wonosari untuk ke Pantai Kukup, Krakal dan Baron yang kami tempuh dalam waktu 4 jam dari magelang. Dikarenakan perjalanan menuju Yogyakarta melalui Muntilan macet total akibat jembatan yang putus karena merapi, akhirnya mobil kami melalui jalan-jalan kecil yang walaupun jauh tapi lancer sehingga tidak membuang waktu kami. Dalam perjalanan menuju Wonosari, lagi-lagi hujan deras menemani perjalanan kami. Kami hanya berdoa, mudah-mudahan di lokasi tidak hujan. Saya pun mampir untuk membeli tiket bus pulang ke Jakarta. Karena sudah langganan, saya pun mendapatkan bus eksekutif Mulyo Indah dengan harga Rp.170,000.
Akhirnya, Pukul 16.00 wib, kami tiba di pantai yang pertama yaitu Pantai Krakal. Kami menyusuri pantai yang terjauh, sehingga sesuai dengan perjalanan
pulang. Karena sudah sore, ombak di Pantai Krakal ini cukup besar, sehingga kami hanya berfoto – foto saja dan tidak bermain air di pantai. Di Pantai Krakal ini terkenal dengan batu berbentuk kura-kura. Pasir di pantai ini cukup kasar sebesar merica. Dari Pantai Krakal,
kami melanjutkan ke pantai Kukup yang terkenal dengan Tanah Lot di Pulau Jawa. Berbeda dengan Pantai Krakal, pasir di pantai Kukup sangat halus, dan air laut sangat jernih. Sayangnya kami sampai disini sudah malam, jadi kami menunggu matahari terbenam disini. Tak lupa kami menuju bangunan di atas batu karang besar dan mengabadikan diri disana. Angin laut malam itu sangat kencang. Sayangnya pantai ini kurang penerangan, jadi hari sangat gelap sekali. Karena hari sudah malam, pantai Baron tidak jadi kami kunjungi, tapi cukup puas dengan perjalanan di pantai. Lengkaplah perjalanan kali ini, kami bisa
Tgl 16 Mei 2011, sambil menunggu waktu pulang ke Jakarta,




pagi hari kami sempatkan keliling Yogyakarta dengan berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap yaitu Hotel Bhineka ke Stasiun Tugu. Dari Stasiun tugu kami menyewa Delman menuju Keraton Yogyakarta. Sangat ramai sekali di dalam Keraton karena berbarengan dengan siswa-siswa.


Setiap kita masuk keraton, kita dikenakan biaya Rp.5,000 per orang dan jika membawa kamera dikenakan biaya tambahan Rp.1,000.
Dari Keraton,

kami melanjutkan ke Taman Sari yaitu


Pemandian putri-putri raja. Untuk bisa mengunjungi Taman Sari, dikenakan biaya Rp.5,000 per orang. Lebih baik keliling sendiri di dalam sini tapi tetap mengikuti aturan. Tempat yang sangat hening sekali tapi indah dan terawat,
Terutama di lorong-lorong yang menimbulkan kesan mistis. Kami juga mengunjungi tempat di Taman Sari yang terkenal dengan kampung Cyber.



Wah hebat di daerah seperti ini, wilayahnya sudah ada fasilitas hotspot.










Waktu sudah semakin siang, dan kami harus check out dari hotel dan bersiap kembali ke Jakarta. Akhirnya saya berpisah dengan teman-teman untuk kembali ke Jakarta. Saya dan kakak saya ke Jakarta dengan bus karena tidak mendapatkan tiket pesawat, sedangkan Mbak Marcil, Mbak Mega, dan Mbak Mae dengan pesawat.




Berakhirlah perjalanan kami disini..

Terima kasih teman-teman atas perjalanan yang menyenangkan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar