Kamis, 09 September 2010

Aktivitas Penambang Belerang di Keindahan Gunung Ijen

Perjalananku kali ini adalah melihat aktivitas penambang belerang di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Dimulai tgl 12 Maret 2010, saya berangkat dari terminal Lebak Bulus menggunakan bus Safari Dharma Raya jurusan Jakarta – Denpasar. Pukul 15.00, bus yang saya tumpangi meninggalkan Jakarta dimana saya akan transit pertama kali di Situbondo. Dengan kenyamanan bus ini, membuat perjalanan saya kali ini tambah menyenangkan karena ini kali pertama saya melakukan perjalanan jauh lewat darat. Dalam perjalanan, bus beberapa kali diberhentikan oleh polisi karena sedang ada pemeriksaan teroris.
Pukul 10.00 wib, tanggal 13 Maret 2010, tibalah saya di Situbondo, dan langsung menuju terminal dimana bis yang akan membawa saya menuju daerah transit II yaitu Bondowoso. Minim sekali fasilitas di terminal ini, sampai-sampai bus yang saya tumpangi tidak layak jalan, tetapi disinilah petualanganku di mulai. Perjalanan Situbondo – Bondowoso memakan waktu 2 jam. Tiba diterminal Bondowoso, saya melanjutkan perjalanan dengan becak ke hotel yang sudah saya pesan dari Jakarta
Sampai di hotel, saya istirahat sebentar, sambil mencari makan siang, saya mengelilingi kota bondowoso yang tenang, sepi dan bersih. Tak lupa saya mengabadikan diri sebagai tanda bahwa saya pernah mengunjungi kota Bondowoso.
Ternyata, hotel saya dekat dengan Gereja Katolik, sehingga saya menyempatkan diri untuk ikut misa malam minggu di Gereja tersebut.

Minggu, 14 Maret 2010, pukul 05.30 WIB, saya berangkat menuju pos I yaitu Paltuding dengan menggunakan mobil yang saya sewa. Perjalanan menuju Paltuding, menyajikan keindahan alam seprti lukisan dimana kabut dan pemandangan gunung serta alam berwarna biru. Sungguh agung dan indah ciptaan-Mu Tuhan. Perjalanan ditempuh dalam waktu 3 jam. Pukul 08.30 WIB, dan akan mendaftarkan diri ke pos sebagai syarat pendakian. Setelah pendaftaran, saya mulai mendaki gunung Ijen sejauh 3 km dan jalanannya menanjak serta licin. Saya pun beberapa kali terpleset.

Sangat disayangkan, keindahan alam yang dimiliki Indonesia yang menikmati orang asing. Kebanyakan Dari Perancis, karena yang menemukan Gunung Ijen adalah peneliti dari Perancis. Seperti bukan di Indonesia. Sungguh indah karunia Tuhan ini. Saya sudah pernah ke Bromo, dan kali ini saya harus mengakui bahwa Gunung Ijen lebih indah dari Gunung Bromo. Di Gunung Ijen, saya tidak mengejar Sunrise, yang menjadi pemandangan menarik disini adalah aktivitas dari para penambang belerang dengan membawa pikulan sampai dengan 100 kg.
Saya memberanikan turun ke kawah ijen untuk lebih dekat melihat penambangan belerang. Takjub saya disini, ternyata para penambang belerang ini sangat ramah kepada para wisatawan. Sesekali mereka menanyakan kepada saya, “Punya permen atau tidak?” Setelah saya berikan permen dan bekal yang saya bawa mereka tidak segan-segan mengajak saya berfoto. Wow ramah sekali mereka ini. Sesekali saya mencoba mengangkat pikulan mereka, yang tidak ada belerangnya saja cukup berat apalagi membawa 100 kg belerang.
Setelah puas dan berfoto dikawah, saya kembali ke atas yang cukup melelahkan. Oh ya, air di kawah Gunung Ijen tidak boleh kita pegang karena kadar asamnya yang cukup tinggi. Saya kena anginnya saja gatal. Karena kelelahan, asma saya pun kumat, untung saja saya membawa oksigen portable yang benar2 membantu saya dan membuat segar kembali. Pukul 12.00, saya kembali turun ke pos. Sambil turun, saya membeli kenang-kenangan belerang untuk dibawa ke Jakarta. Seperti masih belum puas untuk kembali turun. Pendakian ke Gunung Ijen dibatasi hanya sampai pukul 14.00 WIB, karena asap belerang yang cukup menyengat. Saya menyempatkan diri mendatangi tempat pengolahan belerang.
Akhirnya perjalanan saya di Gunung Ijen berakhir, dan merupakan perjalanan yang tidak terlupakan. Foto-foto lain dapat di lihat di website saya :
http://www.flickr/photos/leo-chrisindarto.com. Tak lupa saya membuat rincian biaya selama di Ijen. Semoga bisa menjadi panduan bagi yang membacanya.

2 komentar:

  1. kalau mau ke bondowoso, jangan lewat situbondo krn terlalu jauh. lebih baik turun di surabaya atau di probolinggo karena banyak bus yg ke bondowoso.yg paling enak patas ladju dan patas sandy putra.

    BalasHapus
  2. ni aku kasih perusahaan bus yg beroperasi di bondowoso:
    1. AKAS (BONDOWOSO-MADURA)
    2. SANDY PUTRA (BONDOWOSO-SURABAYA)
    3. BOROBUDUR (JEMBER-SITUBONDO)
    4. JEMBER INDAH (JEMBER-SITUBONDO)
    5. RESTU AGUNG (JEMBER-SITUBONDO)
    6. DAMRI (BONDOWOSO-MADURA) VIA JEMBER
    7. TJIPTO (BONDOWOSO-MALANG)(BONDOWOSO-SURABAYA)
    8. ANGGUN KRIDA (BONDOWOSO-SURABAYA)
    9. LADJU (BONDOWOSO-MALANG)(BONDOWOSO-SURABAYA)

    BalasHapus