Tanggal 17 April 2010, pukul 05.00 wib, saya berangkat dari Cijantung untuk menjemput teman-teman saya di Departemen Pertanian dan Mampang. Sesuai dengan jadwal yang saya buat, pukul 06.00 wib, kami sampai di Muara Angke untuk menyebrang kePulau Tidung dengan kapal nelayan. Pukul 06.30 wib, kapal nelayan yang kami tumpangi berangkat. Didalam kapal seperti pengungsian tapi tak menyurutkan kebahagiaan kami.
Pukul 10.00 wib, kami tiba di Pulau Tidung dengan panas matahari yang cukup menyengat, tetapi kami tetap bahagia melakukan perjalanan kali ini. Samapi dermaga, kami menunggu jemputan dari guide kami. Sampai di penginapan,
Tepat pukul 13.00 wib, kami menyewa kapal nelayan untuk keliling pulau dan snorkling. Perjalanan menuju tempat snorkeling membutuhkan waktu 1 jam. Akhirnya
kami sampai di tempat snorkeling dan memulai memakai perlengkapan snorkeling. Kami berenang di lautan yang cukup luas melihat ikan-ikan dan karang-karang. Air laut di pulau ini menunjukkan gradasi yang bagus sekali. Saya hanya bisa mengucapkan “ Sungguh besar karya-Mu Tuhan “.
Pukul 18.30 wib, kami kembali ke penginapan untuk mandi. Lalu kami makan malam sambil berbincang-bincang. Rencana untuk baker-bakar ikan dibatalkan oleh guide kami. Tentunya kami sangat kecewa, yang tadinya sudah membayangkan makan ikan beratapkan langit, akhirnya kami hanya baker-bakar di penginapan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi dan mata sudah sangat lelah, akhirnya kami berenam istirahat.
Pukul 05.30 wib, kami kembali mengelilingi pulau untuk melihat matahari terbit (Sunrise), Ternyata langit sangat indah sekali di pagi hari seperti lukisan alam yang tak henti-hentinya kami kagum akan karunia Tuhan.
Pukul 11.30 wib, kami menuju dermaga untuk kembali ke Muara Angke dan mendapatkan posisi duduk yang enak selama di perahu.
Panas kembali menemani kami kembali ke Jakarta. Pukul 12.30 wib, perahu nelayan yang kami tumpangi berjalan meninggalkan Pulau Tidung dan meninggalkan banyak kenangan. Dalam perjalanan pulang saya pun tidur, dan tak disangka karena ombak terlalu besar, masuklah air laut ke perahu dan mengguyur badan saya dan teman saya sehingga membuat saya bangun dan pakaian saya basah semua. Hal yang membuat saya malu adalah saya ditertawakan satu perahu karena paling basah. Sungguh kejadian yang tidak bisa saya lupakan.
Pukul 15.30 wib, perahu kami tiba di Muara Angke dan kami melanjutkan pulang dengan naik kereta dari Stasiun Kota. Kami menggunakan kereta AC Ekonomi yang baru
Saya ucapkan terima kasih kepada teman-temanku yaitu Mbak Maria Astuti, Mbak Maria Wulandini, Mbak Mega, Romy dan Nail yang sudah mendukung liburan kali ini. Semoga perjalanan ini bukan menjadi yang terakhir tetapi menjadi awal perjalanan kita selanjutnya.
Rincian pengeluaran :
* Taxi Deptan-M.Angke : Rp. 85,000
* Snack : Rp 67,000
* Aqua @ 4,000 * 3 : Rp 12,000
* Retribusi M.Angke : Rp 2,000
* Tiket perahu : Rp 33,000
* Makan @ 15,000 : Rp 90,000
* Sewa sepeda @ 15,000 : Rp 75,000
* Penginapan : Rp 250,000
* Sewa kapal kel. Pulau : Rp 300,000
* Sewa alat snorkeling : Rp 35,000/orang
* Bakar ikan : Rp 200,000
* Sewa angkot Angke-Kota : Rp 50,000
* Kereta AC Ekonomi : Rp 5,500/orang
Total pengeluaran selama 2 hari untuk 6 orang adalah Rp. 1,920,000. Jadi masing-masing orang dibebani biaya Rp. 320,000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar